Berkunjung Ke Kebun Khanza Gemolong, Sambil Belajar Budidaya Buah Anggur

Edukasi
Spread the love

Sragen l TransindoNews.com – Peluang usaha budidaya buah Anggur dimasa pandemi covid -19 ini, sebuah usaha yang paling tepat , selain bisa memanfaatkan lahan kosong bisa menambah pundi – pundi rupiah dan mencukupi kebutuhan keluarga .

Salah satunya adalah Kebun Khanza Gemolong yang terletak di Desa Jaban Rt06/02 Gemolong, Sragen. Kebun Khanza Gemolong saat ini di jadikan sebagai markas Grape Hunter Sragen (GHS).

Komunitas GHS pengANGGURan ini di gawangi oleh sosok yang ulet dan tekun yang bernama, Garinus Ariyanto , saat berbincang – bincang dengan tim TransindoNews.com, menceritakan awal berdirinya Komunitas GHS penANGGURan menurutnya, awalnya terinspirasi dari perkembangan dunia buah Anggur serta melihat peluang bisnis yang mengiurkan dari segi keuntungan.

” Budidaya buah Anggur awalnya di mulai pada akir tahun 2019 , karena masih tahab belajar akirnya kami butuh teman untuk di ajak sharing terkait budidaya buah Anggur dan berjalannya waktu , saya melalui jejaring sosial lewat Medsos, FB memberanikan diri untuk mencari rekan-rekan yang sudah melakukan budidaya buah Anggur , tentunya rekan yang ada di wilayah Kab Sragen dan akirnya bisa bertemu dan bisa berkumpul mencapai 40 orang .Di situlah komunitas GHS kita bentuk ,” tuturnya, Senin (26/01/21).

Garinus menambahkan, untuk jenis buah Anggur banyak variant atau jenisnya yaitu yang paling cocok kultur tanah di sini yaitu Ninel, Jupiter, Ajademik, Transfiguration, DubovskyPink Candy, jadi bagi yang berminat untuk budidaya buah Anggur tinggal pilih untuk di tanam di lahanya ” Agenda kami adalah “Go Green With Grapes Kab , Sragen ” menghijaukan Bumi Sukowati dengan tanaman Anggur.Saat ini teman -teman
adanya aturan Pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dampak dari Covid-19 rekan-rekan bisa lebih fokus pada budidaya buah Anggur ,” ungkapnya.

Masih menurutnya, ¬†untuk budidaya buah Anggur tidaklah sulit “
Terbukti beberapa variant Anggur Import berkualitas sudah bisa Adaptif dan Produktif di Bumi Sukowati,” pungkasnya(Red)

Editor : yoel

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments