oleh

Sosok Ikun Kardus : Bangga Tampilkan Kedua Orang Tua di Spanduk Caleg 2024, Bukannya Tokoh Nasional

Spanduk Ahmad Masikun Kardus Caleg 2024 DPRD Kab Sragen, bersama Kedua Orang Tua, terpasang di dekat rel KAI Kalijambe, Sragen ( foto : TSN istimewa) Senin (14/8/2023).

By : yoel

TSN l Sragen – Ahmad Masikun Caleg 2024 DPRD kab Sragen, mengaku bangga memiliki orang tua yang mendidiknya berbudi luhur dan selalu bersyukur apa yang dimilikinya.

Hal itu ia sampaikan kepada transindonews.com saat gotong – royong bersama warga dalam pembangunan jembatan persawahan tepatnya di Desa Trobayan Kec Kalijambe,Sragen, Senin ( 14/8/23).

Kegiatan tersebut terlaksana atas inisiatif warga, sumber anggaran berasal dari swadaya masyarakat.

Terkait Spanduk mengenai sosok orang tua mendampingi dalam gambar tersebut Ahmad Masikun Kardus mengatakan, Sang Ayah bernama Sajatun dan Ibu bernama Suharti adalah sosok orang tua yang sangat di idolakannya.

“Banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan, salah satunya soal integritas serta pengalaman dari kedua orang tua turut mempengaruhi dalam kehidupan saya sehari – hari, Beliau selalu berpesan jadilah orang yang selalu bermakna Asah – Asih dan Asuh itu yang di ajarkan untuk anak – anaknya, karena kedua orang tua saya seorang pengajar di masa Orde Baru, kita tahu kala itu gaji seorang Guru sangatlah minim, jadi rasa syukur yang selalu di tanamkan ,” tutur Ahmad Masikun yang akrab di sapa Ikun Kardus tersebut ,Senin(14/8/23).

Ikun Kardus bersama rekan kerja saat berfose.

Ikun Kardus menjelaskan makna dari Asah – Asih dan Asuh yaitu, Asah : Saling mendidik, Asih : Saling mencintai, dan Asuh : Saling membina.
Ada kisah luar biasa dari kedua orang tua saya,ketika mengabdi menjadi seorang pendidik.

“Beliau mengabdikan diri sejak era Orde Baru
Tahun 1970 an tonggak awal menjadi Guru SD/MI tamatan dari PGA (Pendidikan Guru Agama) di wilayah Kab Karanganyar. Kala itu Ayah saya terkenal sebagai pemain bola yang handal pada masanya. Ibu tercinta lulusan dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru) atau yang kini setara dengan SMA,” jelasnya.

Masih menurutnya, ada kenangan yang tak terlupakan pada saat itu ibu masih Guru honorer, di saat ibu akan di angkat menjadi Guru tetap lbu mengurus pemberkasan mendapat musibah turun dari bus jatuh dan patah kaki kananya, ibu tetap tegar menjalankan tugasnya walaupun sakit tetapi serasa tak di rasakan olehnya . Semua itu demi mengejar impianya untuk masa depan 5 anaknya yang masih kecil – kecil .

“Saya masih ingat betul kala itu Setiap pagi setelah pekerjaan rumah selesai, ibu berangkat ke sekolahan berjalan kaki kurang lebih jarak tempunya 4km ia tetap tegar menjalaninya.Maka saya sangat bangga dengan beliau,”
tutur Ikun Kardus .

Kami sebagai anak merasa bersukur memiliki orang tua yang penuh tanggung jawab kepada anak – anaknya, walaupun saat ini saya hanya seorang tukang kardus tapi punya niatan yang tulus untuk mengabdikan diri Caleg DPRD Kab Sragen.

“Dengan pencalegkan saya ini juga atas dukungan dan dorongan kedua orang tua dan keluarga terutama istri tercinta yang bernama Eni Maryanah ,” pungkas ikun.

Banner IDwebhost