TransindoNews.com

Sinergi Membangun Bangsa

Masih Terjaga Dengan Baik, Kampung Anti Miras di Desa Segorogunung

Mmt yang terpasang dengan baik di pagar tembok bertuliskan “Kampung Anti Miras”(foto istimewa transindonews.com)

Transindonews.com l Karanganyar – Sejak di gaungkan Kampung Anti Miras (Minuman Keras) mulai tahun 2017 di Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, masyarakatnya sampai saat ini masih konsisten, sejak ikrar kesepakatan bersama di bacakan pada tahun 2017 , masyarakatnya menjaga dengan baik menjauhi dari yang namanya miras.
 
Ikrar dan Kesepakatan Bersama itu dibacakan dan ditandatangani dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, serta , Kapolres, dan ratusan warga setempat, yang digelar di lapangan Segorogunung pada saat itu
 
Saat media transindonews.com bertandang di rumah kediaman, Kepala Desa, Segorogunung, Triharjono,S.Sos, ia menyampaikan terkait Kampung Anti Miras, ia sangat mengapresiasi sekali, karena bukan persoalan sepele, dan mudah apalagi letak geografis di daerah Segorogunung, sangat dingin yang terletak di kaki Gunung Lawu, tentunya butuh kehagatan tubuh .
 
“Namun kita bersama warga menyatakan anti miras jauh lebih efektif karena yang namanya miras sangatlah buruk bagi kesehatan dan efek yang timbul dari minuman itu. Maka masyarakat sangat konsisten sekali sejak di gaungkan Kampung Anti Miras itu di ikrarkan ,” tutur Kepala Desa yang sudah menjabat tiga periode itu, Kamis( 6/01/22).
 
Terlihat wilayah dan kondisi letak geografis di kaki Gunung Lawu berada dibawah perbukitan sangat mempengaruhi kondisi cuaca dan udara dingin.
Dengan Cuaca dingin tentunya, sangat berpengaruh pola hidup masyarakatnya.

Masih menurutnya, ia selalu berkoordinasi dan bersosialisasi kepada Tokoh Agama, Masyarakat setempat. Untuk menjaga Kampung Anti Miras itu tetap terjaga dengan baik.

“Hasilnya, tentunya sangat positif sekali dari kearifan lokal masyarakat, yang guyup rukun serta memudahkan pemahaman tentang bahaya dan dampak miras itu sendiri, untuk di wilayah ini ada 4 Dusun, membawahi -+ 685 dan ada -+2130 jiwa.
Pada umumnya, warga di kampung ini berprofesi sebagai petani sayur dan wiraswasta ,” ungkap Triharjono, yang juga menjabat Ketua dua DPC APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia ) tersebut.

Ia berharap semua warga yang ada di Desa Segorogunung saat ini dan seterusnya tetap guyup – rukun, gotong-royong dan bersosialisasi dengan baik .

“Kita bersama – sama membantu Pemerintah tentunya dengan menjaga keamanan dan tidak melanggar undang undang yang ada itu sudah termasuk ikut membantu program Pemerintah Daerah maupun Pusat, maka komitment kami yaitu, rasa memiliki, serta tetap memelihara kampungnya agar bisa menjadi contoh desa lainya untuk jangka panjang,” pungkasnya .

Pewarta : Yoel dan Team.

%d blogger menyukai ini: