Solar Langka Di Berbagai SPBU Se Soloraya, SAPU JAGAD Sragen Akan Kirim Surat Ke Presiden

foto : ilustrasi

SOLORAYA | Transindonews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SAPU JAGAD Kabupaten Sragen menyikapi kelangkaan BBM Jenis Solar bersubsidi di wilayah soloraya, khususnya di kabupaten sragen (Rabu, 18 Agustus 2021) dalam jumpa pers dikantor Sekretariat SAPU JAGAD Sragen yang beralamat di Jl. Thamrin Rt.08/04, Candi, Gemolong Sragen.

Beberapa kalangan masyarakat mengaku kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di wilayah Solo Raya. Kelangkaan itu mulai dirasakan sejak juli 2021.

Mukit Murtadho, Ketua DPD SAPU JAGAD Sragen menjelaskan, “beberapa anggota Sapu Jagad yang berprofesi sebagai sopir, petani, peternak, nelayan, mengeluhkan kelangkaan BBM jenis solar, dan setelah kami cek dilapangan memang di berbagai SPBU diwilayah soloraya kelangkaan BBM Jenis solar merata, ini harus segera kita sikapi bersama” Jelas Mukit. (18/08)

Mukit juga menambahkan, rakyat sedang dalam derita pandemi covid 19, jangan ditambah beban rakyat, apapun alasanya roda perekonomian masyarakat harus tetap berjalan dan pertamina juga harus bertanggungjawab atas kelangkaan BBM Jenis Solar di wilayah soloraya.

Dengan kelangkaan solar inilah menyebabkan beberapa sektor roda erkomomian masyarakat terhenti dan tidak dapat menjalankan usahanya karena solar bersubsidi yang biasanya dibeli untuk BBM mesin diesel, mulai sulit untuk di dapatkan.

“Untuk kepentingan masyarakat, akan kita kirimkan surat ke Presiden Jokowi, ini wilayah soloraya, pertamina jangan main-main” Tegas Mukit murtadho. (18/08)

Hasil penelusuran tim media di lapangan membenarkan langkanya solar di beberapa SPBU di wilayah Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, boyolali, karanganyar dan Klaten langka di SPBU dan eceran pasaran. Kelangkaan BBM jenis solar ini mulai dirasakan sejak bulan juli 2021 lalu.

“sudah beberapa minggu masyarakat kesulitan mendapatkan solar di berbagai SPBU, Kondisi yang terjadi dalam masa pandemi covid 19 menyebabkan masyarakat semakin sulit secara ekonomi,” jelas warga gemolong yang mangaku sebagai sopir.

Sbr : Teliksandi.id

 

Banner IDwebhost